Langsung ke konten utama

Pergaulan Yang Sehat



Kita tidak bisa terlepas dari yang namanya berteman atau bergaul di lingkungan. Karena memang fitrah kita ialah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian.

Jika ada yang bilang "Bisa ko hidup sendiri", wahh yakinkah begitu, mungkin bisa sehari atau dua harian tapi kita tidak bisa bener bener melakukan itu sendirian, kita tetap butuh alat yang bisa membantu pekerjaan kita. Berarti kita tidak bisa benar-benar hidup sendirian.

Bagaimana kalau ada orang yang suka menyendiri? Menyendiri untuk menenangkan diri tidak salah, tapi akan jadi salah kalau dilakukan secara terus-menerus, dan mempunyai rasa berlarut-larut dalam kesedihan. Sesedih apapun kita, jika ingin menyendiri, menyendiri disepertiga malam, berdoa kepada Allah.

Duh duh ko jadi bahas sedih yah, okay kita kesampingkan dulu yah, nanti akan dibahas, dipembahasan berikutnya. Nah, mengapa pergaulan sangat memperngaruhi kita?

Iya betul sangat mempengaruhi diri kita, mempengaruhi sikap, cara berfikir, bertingkah laku. Maka dari itu perlu diperhatian perihal pergaulan. Karena hal ini bisa membawa kita ke hal kebaikan atau membawa kita ke hal keburukan.

Pernah tahu kalimat ini, "Jika berteman dengan tukang parfum, pasti akan harum, namun jika berteman dengan tukang ikan, pasti tercium amis juga". Kalimat udah sangat familiar yah.

Sebegitu pengaruhnya sama diri kita dengan pergaulan, jika berteman dengan yang baik akan menjadi baik pula, jika berteman dengan yang buruk akan buruk pula.

Ada segelintir cerita tentang aku soal pergaulan ini, awal masuk SMA alhamdulillah aku di pertemukan oleh teman-teman muslimah yang sholiha. Dalam berpakaian aku jauh dari kata telah menutupi sempurna. Dulu diriku tetap pakai kerudung tapi rambut depan masih kelihatan, orang jaman sekarang sebutnya JIPON, ini singkatan dari Jilbab Poni. Dan kerudung segi empat masih aku singkap kebahu. Aku merasa itu memang style paling okay banget hehe.

Teman-teman tidak menegurku, namun mereka menasihatiku lewat tingkah lakunya. Teman-temanku masyallah banget dalam berpakaian. Pada satu titik aku terbesit ingin pakai ciput, hari pertama rasanya ga enak banget, kuping serasa diteken. Besok-besoknya aku lepas ciputnya.

Oiya sebelumnya ciput itu dalaman kerudung berbahan kain, agar tidak kelihatan rambut depan saat memakai kerudung.

Yuk kita lanjutkan lagi, saat aku lepas terasa ada yang hilang aja gitu, karena pernah pakai, pas buka lagi kaya risih. Baiklah aku berusaha untuk tetap pakai, walau belum terbiasa, aku paksakan saja. Sampai terbiasa.

Jadi seperti itu singkat cerita, aku sering bermain dengan teman-temanku, sering bareng, jadi melihat mereka berpakain syar'i sepertinya enak banget.

Bersyukur banget dipertemukan oleh mereka. Hal itu contoh kecil dari kisahku. Yuk coba kita pilah, dengan siapa kita berteman. Berteman memang sama siapa saja. Namun untuk dijadikan sahabat dekat perlu di perhatikan yah teman-teman.

Kita pilah-pilah teman, bukan berarti kita sombong, tetap harus menyambung silaturahmi, tetap saling sapa, tetap berperilaku baik yah muslimah.

Pergaulan di lingkungan kita, sangat mempengaruhi kita dalam proses hijrah agar tetap selalu Istiqomah di jalan Allah. Dan jika kita sudah menemukan teman yang selalu berjalan di jalan Allah, jangan lepaskan ia. Karena teman bisa menjadi syafaat di akhirat kelak.

Saat diri terperosok kedalam neraka, teman dapat menarik kita dari panasnya api neraka. Dengan seizin Allah. Maka dari itu berteman sebanyak-banyaknya teman yang taat kepada Allah.

Bagaimana pergaulan yang sehat? Seperti yang sudah di sebutkan di atas. Pergaulan yang sehay dia yang tidak mengajakmu pada perihal kemaksiatan, dia yang selalu mengingatkanmu jika kamu salah, dia yang menemanimu dan memberi semangat atau dorongan ketika kamu terpuruk.

Pergaulan yang tidak sehat, yang pastinya dia yang mengajakmu kedalam kemaksiatan, mempengaruhi sikapmu menjadi buruk.

Lalu bagaimana jika ingin berhijrah namun lingkungan pergaulan tidak mendukung, takut dicaci maki kah, di jauhi kah?

Jika lingkungan tidak mendukung, lalu kamu di jauhi dan dicaci maki, maka tetaplah fokus teman-teman pada tujuanmu, jika kamu meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan memberi gantinya yang jauh lebih baik.

Nanti aku jadi sendirian dong tidak ada teman?, tenang Allah akan menggantinya, Allah yang akan selalu menemanimu. Kita bisa mendapat teman di kajian kah, ditempat kampus, sekolah atau sekitar rumah,minta bimbingannya.

Jika kamu sudah berhijrah, tetap berperilaku baik terhadap mereka, jangan membenci mereka. Kita tidak pernah tau siapa yang Allah kehendaki untuk mendapat hidayah. Bisa jadi dengan sudah berhijrah dan menerapkan akhlak yang baik, hati-hati mereka terbuka dan berhijrah di jalan Allah.

Bagaimana kalau aku sering diajak ke jalan kemaksiatan, rasanya ga enak buat nolaknya?

Muslimahku, istiqomah memang penuh dengan perjuangan, sesekali kita di uji. Namun jika sering diajak ke jalan kemaksiatan. Katakan kepada mereka dengan akhlak yang baik. Seperti "Maaf aku muslim, jadi melarangnya melakukan hal itu".

Jangan malu dan ga enakan mengatakan  "Maaf aku muslim", karena kita harus bangga sebagai muslim, bukan berbangga diri tapi bangga dengan menjadi muslim, bangga dengan ajaran agama Allah yang Indah ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanya Kata

Detik-detik hitungan hari Hingga berubah menjadi bulan Perlahan-lahan mengubahnya menjadi tahun Semasa itu telah kita jalani Bahkan menciptakan suasana yang mengikat Yang membuat kita rindu Dan hingga ku percaya Dengan adanya datang lalu berpisah Tidak.... Ini bukan sebuah kata berpisah Mungkin singkatnya Hanya waktu yang berubah saja Ya tentu.... Kita meranjak menuju mimpi-mimpi Yang dulu hanya sebuah angan yang terperangkap Sampai akhirnya Kita mampu menjemput impian Yang dulu hanya angan semata Kini ku harap Kita dapat menciptakan susana hangat  Seperti hari-hari lalu Semoga sang maha pencipta Selalu ada di setiap langkah mu Pesan ku sederhana Jangan buat mimpi mu Yang telah kau capai Menjadikan mu buta akan dunia Tetaplah menjadi seseorang kawan yang ku kenal dulu...

Melawan prasangka buruk atau negative thinking

  Hayo siapa yang suka negative thinking dan selalu menduga-duga sesuatu yang sebetulnya hal itu belum pasti kebenarannya, tapi kita sudah menduga-duga bahwa perihal itu benar terjadi pada diri kita atau orang lain, hayo siapa yang pernah seperti ini?? Pasti pernah yah. Mengalami posisi dimana berprasangka buruk dengan orang lain, sambil bertanya-tanya dalam hati bahwa "Ini benar atau tidak yah". Perlu diingat bahwa negative thinking ini harus kita singkirkan. Karena kenapa? Karena Allah tidak menyukai orang yang berprasangka buruk. Mengapa sebetulnya tidak boleh berprasangka buruk dengan orang lain? Karena jika berprasangka buruk itu muncul, ada banyak kemungkinan terjadi, seperti, jika kamu langsung to the point menyatakan prasangka burukmu terhadap orang lain, dan nyatanya itu tidak benar, maka akan merusak tali silaturahmi yang sudah kalian bangun sejauh ini. jika kamu berprasangka buruk, hatimu menjadi tidak tenang, gelisah. Tidak enakkan, muslimah, rasanya serba salah g...

Pupus

Assalamualaikum, kali ini syifa bakal ngebahsa harapan yang pupus. apa sih maksud dari harapan pupus?, harapan yang pupus itu, dimana kita mempunyai harapan berlebihan kepada manusia. " ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpahkan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat menceburui hati yang berharap selain doa. maka menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepadanya" ( Imam Syafi'i) jadi jika kita merasakan jatu hati kepada sosok laki laki/ perempuan, buru buru deh berdoa, serahkan semua yang terjadi pada mu kepada Allah. ' Doa adalah cara terbaik memeluk seseorang dari jauh' dan jangan lupa, selalu bersabar, kenapa sih harus sabar?, etsssss dengan sabar kita menuggu dan selalu memperbaiki diri dan berdoa, Insyallah harapan kalian tidak pernah pupu, karena kesabaran. ' Duhai hati teruslah bersabar dengan baik. percaya saja, diujung perjalananmu Allah sud...