Kita melihat muslimah berlenggak-lenggok di sosial media pada zaman sekarang dan selfie. Muslimahku, bahwa diri kita adalah aurat, setan selalu menghiasi diri kita dimata laki-laki saat di luar rumah dan juga di sosial media yang siapapun bisa melihat diri kita.
Muslimahku apakah kita pernah bertanya kepada diri sendiri. Apa manfaat yang kita dapat saat berlenggak-lenggok dan saat selfie dengan berpose dengan beberapa macam pose wajah?, jawabnya ialah tidak ada manfaat apa-apa, tidak ada timbal balik apa-apa. Di kolom komentar postingan pasti adanya pujian-pujian, hal itu yang membuat rasa senang.
Namun apakah kita pernah berfikir, bagaimana dengan laki-laki yang memandang pose-pose selfie wanita dan video lenggak-lenggok di sosial media?. Jujur inilah jawaban dari salah satu kawanku seorang laki-laki, dia mengeluh dan tidak kuat melihat pose-pose selfie dan video lenggak-lenggok di sosial media, dia selalu berusaha menghapus yang tidak sengaja muncul di sosial medianya.
Jika postingan selfie dan video lenggak-lenggok dilihat oleh laki-laki nakal, dan menjadi bahan halusinasinya. Naudzubillah. Banyaknya laki-laki yang menikmati, dosa pun terus mengalir.
Yuk muslimah kita membantu laki-laki di luar sana untuk menjaga pandangannya dengan berhenti memposting foto selfie dan video lenggak-lenggok. Jika ada yang bertanya, “Kan aku pake hijab, masih menutup aurat?”, dan “Kan aku sudah pakai cadar, mukaku tidak kelihatan, jadi gapapa dong?”
Muslimahku, alhamdulillah jika sudah menutup aurat temen-temen, tetapi apa hakikat sebetulnya hijab dan cadar, hijab dan cadar untuk menjaga kita dan membantu laki-laki pula menjaga pandangannya. Dan agar kita tidak diganggu dan mudah di kenal. Mudah dikenal karena apa? Mudah dikenal karena kita seorang muslimah.
Hukum foto sendiri ialah mubah. Mubah yang seperti apa yang di katakan mubah. Jika kita melihat pemandangan alam yang indah, kita foto lalu di posting disosial media, itu boleh, jika mengabadikan moment bersama keluarga, dan kerabat dekat, namun disimpan pribadi, itu diperbolehkan.
Kalau mubah, selfie juga boleh dong? Selfie adalah foto diri, yang kita lihat sekarang foto selfie dengan muka berhias, dengan pose menjulurkan lidah, bibir sedikit dimajukan. Jika kita berfoto seperti itu dan tidak ada manfaat apapun didalamnya, hal itu mutlak haram dalam hukum syara.
Jika memposting foto selfie, ingin dipuji, ingin dilihat orang, bahwa ini loh aku. Ini pun juga tidak diperbolehkan. Takut menimbulkan pada hati, rasa ujub, berbangga kepada dirinya sendiri.
Mulimah, Islam sangat begitu menjaga kita, jangan pernah merasa kita terkekang, hal ini perlu kita renungi dan memperbaiki. Jagalah kecantikanmu muslimah untuk suamimu kelak. Jaga dirimu baik-baik. Dirimu muslimah adalah mutiara yang harus di jaga.
Muslimah, kenapa berfoto selfie juga tidak diperbolehkan, karena takut terkena Ain, ain itu jelas dia ada. Maka dari itu berhati-hatilah, jaga dirimu. Dan foto selfie bisa jadi sarana sihir yang sering kita ketahui sekarang ini.
Coba yuk kita melihat wanita-wanita muslimah mulia, yang harus kita jadikan role model kehidupan. Seperti Siti Khodijah, dengan kecerdasannya, kesholihannya, ketaatannya pada Allah dan suami, dan cantik. Aisyah, dengan kecerdasannya, kesholihannya, ketaatannya pada Allah dan suami dan juga fatimah anak Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam.
Dan masih banyak lagi wanita mulia. Mereka meninggalkan suatu sejarah yang dapat dijadikan pelajaran dalam hidup, yang dapat dikenang oleh kita sebagai seorang muslimah. Bukan hanya sekedar dikenal mereka, namun teladannya sampai sekarang masih kita kenang Kebaikannya.
Jadi kita sebagai muslimah, tetaplah menebarkan kebaikan di jalan Allah, tidak menebarkan pesona cantik kita. Saat raga ini sudah terpisah oleh ruh di waktu yang sudah ditetapkan oleh-Nya, kita di dunia sudah meninggalkan hal-hal kebaikan untuk agama dan kemaslahatan orang banyak. Agar kelak nanti di akhirat pahala jariyah terus mengalir pada diri kita.
Jika kita meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat di dunia, dan meningkatkan syahwat laki-laki. Jika raga terpisah dengan ruhnya, dosa jariyah pun terus mengalir. Jadi bagaimana muslimah, kita ingin memilih jalan yang seperti apa untuk persiapan kelak di akhirat.
Lalu, saat-saat seperti apa ketika kita berfoto sendiri? Saat-saat seperti, ada pendaftaraan sekolah atau kampus yang mengharuskan melampirkan foto. Lalu seperti foto KTP, SIM, foto untuk buku nikah. Hal ini di perbolehkan karena ada hal yang penting.
Muslimah berfoto selfie dan vidio berlenggak-lenggok ini, sudah jelas sekali yah dalam Islam, bahwa hal ini harus dijauhi dan tidak dilakukan oleh seorang muslimah. Dan perlu diingat muslimah bahwa kita harus menanamkan rasa malu. Karena dalam Islam malu adalah bagian dari keimanan.
Untuk seorang muslimah harus mempertahankan rasa malunya. Karena jika muslimah adanya rasa malu, akan menghindarkan kita melalukan maksiat. Semangat muslimah tetap jaga dirimu.
Komentar
Posting Komentar