Kesabaran suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Jika tidak ada kesabaran mungkin angka kematian bunuh diri meningkat, karena tidak bersabar dengan ujian kehidupan yang dialami. Kemungkinan pembunuhan juga meningkat karena tidak sabar menahan emosi. Banyak kemungkinnan buruk yang terjadi, jika kesabaran tidak tertanam dalam hati.
Jika kita menuruti emosi yang berkepanjangan, kemungkinan besar akan menimbulkan permasalahan baru yang mempengkeruh suasana. Jika ujian yang kamu hadapi sangat rumit rasanya menurut logika kita, namun ingatlah bahwa Allah tidak akan memberi ujian di luar dari batas kemampuan kita.
Ada pada surah Al- Baqarah ayat 286, yang artinya:
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
Kita bisa berdoa dengan surah Al-Baqarah ayat 286, agar diberikan kekuatan untuk menghadapi segala permasalahan yang ada. Dan jika Allah telah memberi ujian pada kamu, berarti kamu orang yang dipilih Allah yang sanggup menghadapinya.
Tapi boleh tidak bersedihh?, boleh, karena memang manusiawi kita bersedih jika ada suatu permasalahan namun sedihnya tidak berkelanjutan, sampai-sampai kita mengabaikan pekerjaan yang harus kita kerjakan.
Jika kita merasa sedih. Selalu ingat dalam benak kita dan tanamkan pada hati kita, bahwa Allah ga akan menelantarkan kita, bahwa Allah selalu menolong kita, bahwa Allah lah yang menentramkan hati kita.
Jika ujian yang kamu terima, menurutmu rumit seperti benang kusut, yakinlah jika kamu bersabar menerimanya dan menghadapinya, lalu solat menjadi solusinya, maka ada buah yang manis yang akan kamu dapatkan.
Kamu akan tersenyum setelahnya, dan jika mengingat kebelakang dan melihat perjuangamu dalam sabar, kamu pasti tersenyum. Iyaa tentu, pasti kamu tersenyum, karena kamu berhasil melewatinya dengan selalu bersabar kepada-Nya, selalu melibatkan Allah di segala urusapmu.
Ujian yang kita terima bukan Allah tidak sayang sama kita, tapi Allah ingin menaik kelaskan diri kita, agar kuat iman kita, agar dewasakan diri kita dan agar kedepannya kita lebih tenang menghadapi cobaan yang menghampiri.
Tidak ada yang sia- sia ko jika kita bersabar. Jika kamu pernah mendengar kalimat Ini “ Manusia ada batas kesabaran juga”. Tapi menurutku ini suatu kalimat yang keliru, bahwa sabar itu tidak ada batasnya, kita harus sabar di setiap langkah kita dalam menjalani hidup.
Bayangkan teman-teman, Allah memberikan nikmat kepada kita tiada batas. Allah berikan kita mata untuk melihat, telinga masih dapat mendengar, tangan dapat menggenggam, kaki dapat berjalan, badan masih sehat. Masih banyak lagi nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita, tidak ada batas bukan.
Kita akan selesai diuji, jikalau nafas terhenti dan jantung tidak lagi berdetak. Urusan kita di dunia telah usai. Namun jika nafas masih berhembus dan jantung masih berdetak, di saat itu lah ujian terus ada. Maka kita harus mengganti kalimat tersebut dengan kalimat “ Ya Allah, jika aku adalah orang yang dipilih oleh-Mu untuk menghadapi ujian ini, ya Allah berikan aku kesabaran dan bantulah aku ya Allah agar tetap istiqomah di jalan-Mu”.
Jika ada orang yang menguji kesabaranmu, tanamkan pada hati bahwa “ Ya Allah, ia pilhkan oleh-Mu untuk mengujiku kan ya Allah, maka berikan aku kesabaran yang lebih”. Jika kita berfikir positif di segala sesuatu yang menimpah kita, percayalah dengan begitu, hati jauh lebih tenang karena ada Allah.
Jika ada yang bertanya-tanya, kenapa sih sabar itu menyesakkan hati?. Iya tentu, karena jika kita memilih bersabar, di dalam hati kita ini sedang berempur antara kekuatan akal sehat dan agama untuk melawan hawa nafsu. Maka dari itu munculah rasa sesak.
Jika akal sehat dan agama memenangkan hawa nafsu kita, kita akan kuat dalam kesabaran, jika hawa nafsu kita lebih besar dari pada akal sehat dan agama, berarti kita tidak sabar menghadapinya. Semisalkan ada seorang teman datang padamu untuk melakukan kemaksiatan, namun kamu telah berusaha untuk menghindarinya, lalu temanmu memaksamu. Jika akal sehat dan agama mendominasi hati, maka berhasil kita bersabar dari hawa nafsu kita. Jika sebaliknya berarti kita terperangkap oleh hawa nafsu.
Kita dapat memilih sabar dalam taat atau melanjutkannya sampai terperosok jatuh. Kita punya kendali untuk itu.
Komentar
Posting Komentar