Hal-hal apa yang dapat kita kendalikan atau kontrol? Kita bisa kontrol fokus kita, fokus kita lebih dominan ke dunia kah atau ke akhirat kah, kita bisa kontrol diri kita, memilih terus bersedih atau bersabar, kita bisa kontrol untuk tidak marah meluap atau meluapkannya, kita bisa menkontrol kita menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk.
Hal-lhal tersebut, kita bisa memilihnya, kita ingin memilih jalan hidup yang seperti apa. Namun ingat ada juga hal-hal yanh memang di luar dari kontrol kita yaitu, jodoh, maut, musibah, rezeki. Hal itu kita tidak bisa milih atau menetapkan kapan bertemu dengan jodoh, kapan maut tiba, kapan musibah itu datang. Namun ada hal-hal yang bisa kita ikhtiarkan seperti tetap berusaha mencari rezeki yang halal toyyiban.
Jika kita diam saja, tidak ada usaha, bagaimana Allah akan memberikan. Memang rezeki sudah di atur namun tetap di usahakan, jangan jadikan diri kita bermalas-malasan, tidak sungguh-sungguh. Padahal Allah akan merubah keadaan hambanya yang bersungguh-sungguh.
Lalu jodoh pun juga tetap di ikhtiarkan, memperbaiki diri, dan memilih yang terbaik, yang pastinya baik dalam segi agamanya yah, agar tentram hati kita, agar bisa ke surga bersama-sama. Masyallah asyikkan.
Jika kita hanya diam saja, ingin yang terbaik tapi diri ini masih tetap melakukan kebiasaan buruk. Angan-angan ingin yang terbaik, namun enggan untuk memperbaiki diri. Ingin menikah dan sudah siap lahir dan batin, namun malu meminta tolong keluarga atau kerabat untuk carikan.
Kita muslimah boleh ko, meminta tolong carikan pasangan hidup. Dan jika ingin yang terbaik maka kita pun juga harus baik. Tapi harus diingat yah mulimah, bahwa hijrahnya kita harus semata-mata niat lillah karena Allah, bukan karena laki-laki.
Karena apa yang kita niatkan itulah yang kita dapat. Jikalau kita niat lillah memperbaiki karena Allah, Allah akan memberikanmu yang terbaik dunia dan diakhirat. Masyallah bukan. Tidak akan pernah merugi seorang manusia berharap kepada Allah. Karena Allah tidak akan mengecewakan kita.
Namun kenapa ko apa yang kita inginkan tidak sesuai apa yang di harapkan?. Dan perlu juga diingat dan diresapi bahwa Allah lebih tau apa yang terbaik untuk kita. Apa yang kita sukai bisa jadi itu buruk untuk kita, namun yang tidak kita sukai, bisa jadi itu yang terbaik untuk kita.
Allah tidak akan mencelakakan kita muslimah, jadi tenang saja teman-teman. Tidak usah gundah, jika belum menikah. Namun teman-teman yang lain sudah menikah dan memiliki anak. Karena garis kehidupan setiap orang itu beda-beda.
Semangat muslimah, jangan bersedih jika keinginanmu dan impianmu belum terwujud, tetap husnudzon kepada Allah yah.
Hal yang tidak dapat kita kontrol adalah maut, entah kapan, dimana kematian menghampiri. Sedang apakah kita, sedang dimanakah kita. Naudzubillah jika berada di tempat buruk dan bermaksiat. Semoga kita selalu ada di jalan ketaatan.
JikIkkita menginginkan akhir kehidupan kita baik, maka biasakan diri dengan hal yang baik-baik yang Allah sukai, hindari apa-apa yang Allah tidak sukai. Jika kita membiasakan sholat tepat waktu, menjalankan sunnah-sunnahnya dan wajibnya, rutin membaca Al-Quran, rutin berdzikir, suka bersedekah, tidak pelit dengan ilmu yang kita punya, jika semua itu niat lillah karena Allah. Insyallah akhir kehidupan kita akan baik.
Pasti ini impian banget, untuk umat Islam, ingin akhir kehidupannya baik. Oleh karena itu yuk kita belajar memperbaiki diri, rutinkan hal-hal kebaikan untuk mengejar akhirat. Jika lelah, futur, coba yuk paksa. Karena jika kita tidak pernah maksa diri untuk beribadah, kita ga akan ngelakuinnya. Berawal dari terpaksa, berawal dari berat, menjadi terbiasa.
Kadang kita suka merasa aman, ngelakuin hal yang memang dilarang. Dan kadang kita suka meremehkan balasan di neraka itu kaya apa. Jangan sampai kita berfikir “ Itukan masalah nanti, masih lama, nikmatin dulu aja masa muda, puas-puasin dulu aja selagi muda, tobatnya nanti udah tua”.
Mulismahku apakah ada yang menjamin, umur kita akan sampai tua renta, akan sampai 1 abad. Tidak ada menjamin umur kita akan panjang. Bahkan dunia ini saja akan ada kiamatnya. Apakah kita harus menunggu mendekati kiamat, baru kita bergegas untuk berubah.
Kuharap, kita dijauhkan dari berfikir kaya gitu yah. Karena anak yang baru lahir kah, anak kecil kah, yang sudah remaja kah, yang sudah dewasa ada yang sudah diambil kembali kepada Allah. Tidak ada yang menjamin bukan kematian itu. Bahkan tidak ada yang menjamin 5 menit kemudian kah, sejam kemudian kah kita masih hidup. Tidak ada yang menjamin sama sekali. Karena maut tidak akan memberikan undangan terlebih dahulu agar kita siap-siap rapih.
Tetapi kita harus selelu rapih dalam kondisi apapun, agar jika sudah ada panggillan kita sudah siap. Sudah siap dengan bekal yang baik untuk perjalanan selanjutnya yang akan menentukan kita ke neraka atau kesurganya.
Komentar
Posting Komentar