Doa dalam kehidupanku sangat berharga. Tanpa doa kepada Allah aku akan menjadi orang yang sombong, merasa diri ini mampu, padahal yang Maha Kuasa seluruh alam semesta ini adalah Allah. Hanya Allah-lah yang memampukan aku, hanya Allah-lah yang mengabulkan doa, hanya Allah-lah yang menguatkan aku. Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang berdoa kepada-Nya. Dengan berdoa aku merasa tenang dan tidak ada kekhawatiran dalam
hati.
Dengan berdoa kepada Allah-lah yang menguatkan aku dalam hijrah dan juga membuat aku yakin untuk meraih cita-citaku. Awal kisahku, dahulu tahun 2017 aku ingin sekali menyempurnakan hijabku dengan menutup dada, namun ibuku melarang dengan alasan dengan berhijab syar’i itu seperti ibu-ibu, tidak modis dan terkesan kaku. Saat itu hati aku terpukul sekali. Dan aku hanya percaya dan yakin dengan berdoa kepada-Nya dan berikhtiar.
Sepanjang hariku di setiap selesai salat, aku berdoa agar hati ibuku diluluhkan oleh-Nya agar mengizinkan aku untuk berhijrah menyempurnakan hijabku sesuai dengan syariat Islam. Tanpa lelah, tanpa henti, tanpa putus asa, aku berdoa kepada Allah dengan hati yang yakin bahwa Allah akan meluluhkan hati ibuku.
Dengan berdoa harus diiringi oleh ikhtiar, aku berusaha perlahan-lahan dengan cara berbincang ringan dengan ibu, bahwa berhijab syar’i tidak membuat aku menjadi kaku, dan tidak membatasi muslimah untuk melakukan aktivitas sehari-hari, namun hijab untuk menjaga aku dan kedua orang tuaku dan adik laki-lakiku dari panas api neraka. Dan aku berbincang dengan ibu sembari aku perlihatkan video ceramah yang berkaitan dengan hukum hijab syar’i.
Masyallah, Alhamdulillah dengan kuasa Allah yang Maha membolak-balikan hati manusia. Hati ibuku terketuk saat mendengar ceramah saat itu. Allah memberikan hidayah kepada siapa saja yang Allah kehendaki. Ibu bukan hanya mengizinkan aku memakai hijab syar’i saja, namun Alhamdulillah ibu pun memakai hijab syar’i. Hati manusia memang ada pada di jemarinya Allah, maka dari itu teruslah berdoa jangan berputus asa dari rahmat Allah.
Kisah keduaku saat meraih cita-citaku. Aku menuliskan dibuku pencapaian apa saja yang ingin aku raih. Aku menulis dibuku itu, ingin sekali membuka online shop fashion muslimah, dengan produk hijab dan gamis produksi pribadi. Aku menulis cita-citaku dengan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya.
Aku berdoa kepadanya bahwa aku ingin sekali membuka online shop fashion muslimah, agar mempermudah muslimah untuk mencari hijab dan gamis dan menemani hijrah para muslimah. Dengan penuh keyakinan aku melantunkan doa kepada-Nya, karena jika dalam berdoa, hati tidak yakin akan dikabulkan maka Allah juga tidak yakin pula kepada doa kita.
Aku memulai bisnis tahun 2018 Berawal dari menjual produk orang lain terlebih dahulu, untuk melatih kesiapan aku untuk membuka bisnis, Alhamdulillah Allah lancarkan niat baikku ini.
Walau memang dalam perjalanan bisnis pasti ada lika-liku kehidupan, namun Allah tidak pernah meninggalkan aku, Allah selalu bersamaku dimana saja aku berada. Saat bisnis aku sedang turun, aku tidak pernah berhenti berdoa, berikhtiar dan bersedekah.
Semasa sulit itu, saat aku bersedekah niat karena-Nya dan aku berdoa untuk kuatkan aku, dan mudahkan aku. Masyaallah, Alhamdulillah, kuasa Allah, bisnis online yang saat itu turun menjadi stabil kembali.
Setahun kemudian Masyaallah, Alhamdulillah, dengan kuasa Allah, doaku terjawab ingin mempunyai produk hijab dan gamis pribadi. Allah mempermudah jalannya, dari pemilihan kain sampai penentuan penjahitnya, dan lahirlah produk pribadiku, yang dulu hanya aku tuliskan dalam buku dan berharap dan yakin akan dikabulkan oleh-Nya.
Berdoalah kepada-Nya, jangan pernah berhenti atau bosan karena doa yang kita lantunkan tidak kunjung dikabulkan oleh Allah, bukan tidak dikabulkan namun Allah lebih tahu kapan doa ini terkabul di waktu yang tepat untuk hambanya.
Seperti umpamanya, seorang anak kecil yang sedang batuk, merengek kepada ibunya ingin memakan permen, namun ibunya tidak memberikannya karena kondisi anaknya belum tepat waktunya karena ia serang sakit batuk. Bukan ibunya tidak mau meberikannya, tapi akan memberikan permem kepada anaknya saat ia kembali pulih.
Maka dari itu, bukan berarti Allah tidak memberikanmu sekarang, bukan tidak mengabulkan doamu segera. Namun tahu apa yang kamu butuhkan, Allah maha tahu apa yang terbaik buat kamu.
Jika Allah berikan segera, mungkin dapat membahayakanmu kelak, jadi Allah tunda dan akan Allah berikan di waktu yang tepat. Allah tahu apa yang terbaik untuk kita, kita tidak mengetahuinya.
Teruslah melantunkan doa seperti menggowes sepeda tanpa henti, jika lelah ingatlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan doa dan usahamu dan ingatlah impian yang menanti di garis finish. Dan sertakan doa dengan keyakinan hati dan niat yang baik.
Karena berdoa beiringan dengan ikhtiar kita. Kalau berdoa terus menerus namun diri kita malas buat ikhtiar, berharap yang diimpikan datang sendirinya ta npa usaha. Itu juga keliru yah teman-teman. Doa tetap terus di lantunkan, ikhtiar harus di usahakan.
Komentar
Posting Komentar