Kesedihan suatu moment yang memang tidak diinginkan oleh banyak orang. Dan kesedihan datang secara tiba-tiba. Tidak ada yang tahu, jam berapa kah kita akan bersedih, hari apa kah akan bersedih, minggu keberapa kah kita akan bersedih.
Begitu pun dengan tertawa, kita tidak pernah tau kehitungan menit keberapa kita akan tertawa. Karena sedih dan senangnya kita sudah di atur oleh-Nya. Kesedihan tidak bisa kita hindari, namun kesedihan bisa kita minimalisir.
Pernah kita mendengar kalimat, sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahwa "Sedih boleh tapi jangan berlarut-larut". Iya begitu lah yang sering diucapkan teman-temanku di kala aku bersedih. Dan kalimat itu ku fikir-fikir, memang betul. Karena kalau sampai berlarut-larut tidak bagus untuk kesehatan, fikiran akan stress, bisa jadi tubuh kita akan lemas.
Iya betul banget, kita pernah merasa abis nangis hebat dengan jangka lama, badan jauh lebih lemas. Dan sehabis itu tertidur. Ya begitulah Allah datangkan tidur untuk kita beristirahat, jangan berlarut dalam kesedihan. Kalau larut dalam kesedihan, kita bisa menjadi orang yang tidak bersyukur atas nikmat yang udah Allah beri kepada kita.
Coba yuk kita sama-sama renungi, Allah udah beri kita banyak nikmat selama kita hidup di dunia ini. Makan tercukupi, masih bisa berjalan, masih bisa memegang, masih bisa melihat, masih bisa berfikir dengan baik, masih bisa menuntut ilmu, kita di beri rizki, di beri tempat tinggal yang nyaman, di beri tempat tidur yang nyaman untuk beristirahat. Masih banyak lagi dan tidak terhingga bukan nikmat yang Allah beri ke kita.
Agar hidup ada bumbunya tidak hambar aja. Allah beri kita sedikit aja kesedihan, agar kita bisa memaknai hidup, agar kita tidak menjadi orang yang berhati batu, agar hati kita lembut saat menangis, dan agar kita bisa menerima nasihat dari orang lain karena hati kita dilembutkan oleh Allah, dengan kesedihan-kesedihan yang beragam.
Ada satu kalimat dari kaka kelasku semasa SMA, kita berdua eskul Palang Merah Remaja. Kala itu kita sedang mengikuti lomba. Kita semua telah pasrah, nama sekolah kita tidak terdengar juara. Namun kaka kelasku tiba-tiba mengatakan kepadaku seperti ini " tidak apa-apa, hari ini pasti berlalu ko, tidak menetap disini aja". Pas aku mendengar kalimat itu. Serasa hati langsung tersentak. Bahwa kesedihan hari itu pasti berlalu, tidak akan terus berlanjut.
Alhamdulillah, masyallah kuasa Allah, pada saat itu nama sekolah kita dipanggil mendapat juara 2 lomba sejarah Palang Merah Remaja. Kita tetap senang banget, setidaknya kita membawa oleh-oleh untuk sekolah kita. Walau hanya 1 lomba dari banyaknya lomba. Kesedihan kita saat itu menjadi evaluasi agar tetap meningkatkan kualitas diri kita masing-masing. Agar di lomba selanjutnya lebih maksimal lagi.
Masyallah kuasa Allah memang, saat kesedihan melanda, Allah beri obatnya yaitu kesenangan. Dan kesedihan menjadi jalan untuk perbaikan. Percayalah muslimah bumbu-bumbu kehidupan kita itu pasti penuh hikmah. Penuh pembelajaran baru yang dapat mendewasakan kitaki
Jadi kalimat yang terlontarkan oleh kaka kelasku tadi masih terngiang-ngiang di benakku. Saat kesedihan melanda, langsung teringat kalimat tersebut dan Allah selalu bersama kita.
Lalu bagaimana caranya meminimalisir kesedihan?
Sebetulnya kita ketahui dulu yuk kenapa sih kita bisa bersedih. Ibnu qoyyim Rohimahulloh mengatakan kekhawatiran, kegalauan, kesedihan itu datangnya dari dua arah:
Yang pertama, dari cinta dunia dan terlalu berhastrat kepadanya. Yang kedua, dari kurangnya amal kebaikan dan ketaatan.
Aku mengetahui kalimat itu dari ibnu qoyyim, rasanya tertampar. Berarti terlalu cinta sama dunia, sampai sesedih itu. Namun kematian dan akhirat tidak aku perhatikan.
Jadi cara meminimalisir kesedihan, hal yang pertama, ingat bahwa kematian akan tiba, jadi hidup hanya sementara, dan hanya sekali, jadi jadikan sedihmu sebagai mendekat kepada Allah, cerita kepada Allah terlebih dahulu, lalu kamu cerita ke manusia yanh kamu percayai, dia yang bisa menjaga rahasiamu, dia yang memberikanmu semangat.
Hal yang kedua, boleh kamu menangis untuk melegakan hati, lalu bergegaslah ambil wudhu lalu membaca Al-Quran agar menajadi tenang.
Hal yang ketiga, manonton kajian yang sesuai denganmu dan menonton motivasi. Agar apa? Agar diri kita kembali bangkit, karena sehabis jatuh, butuh penyemangat external yang buat kita kuat.
Hal yang ketiga, percaya bahwa kesedihan ini pasti berlalu, tidak akan lama. Di balik kesedihan pasti ada senyuman. Allah berikan ujian, Allah juga yang memberikan obatnya. Jadi mustahil jika ujian tidak ada penyelesaiannya. Selagi kita tetap sabar dan sholat, Allah akan selalu menolong kita.
Kesedihan di kehidupan kita itu wajar ko, namun bagaimana kita menyikapinya, dengan cara seperti apa kita akan menyelesaikan kesedihan tersebut. Itu ada di tangan teman-teman. Ingin terus memegang kesedihan atau melepaskan kesedihan dengan kesabaran.
Komentar
Posting Komentar