Langsung ke konten utama

Ketenangan Hati




Kita pasti pernah mengalami rasa tidak tenang dalam hati, karena permasalahan yang dihadapi. Dada terasa sesak, hilang semangat, susah tidur, makan jadi tak enak, lebih sering sendiri. Hal-hal ini pasti pernah mengalami, termasuk aku pernah mengalami.

Tidak enak memang dikeadaan seperti itu.  Yang aku sebutkan tadi kemungkinan-kemungkinan kenapa hati tidak tenang. Lalu ada lagi kah, apa penyebab hati tidak tentram
Tentu ada teman-teman. Seperti khawatir dengan masa depan. Aku kedepan bakal jadi apa yah?, aku bakal dapet kerja ga yah sehabis lulus kuliah? Dan lain-lain. Kekhawatiran di masa depan bisa juga membuat kita galau, hati merasa tidak tenang.

Khawatir itu wajar ga sih? Wajar tapi jangan berlebihan. Karena suatu yang berlebihan itu tidak baik. Apalagi sampai dada sesak, hilang semangat, susah tidur, makan jadi tak enak. Persis seperti yang ku sebutkan sebelumnya.

Teman-teman kekhawatiran kita di masa depan datang dari rasa was-was, hal-hal yang buruk yang kita fikirkan belum terjadi ko. Tetap berdoa, mengusahakan atau ikhtiar yang baik pada masa sekarang. Karena masa depan kita bisa kita persiapkan pelan-pelan dan mengusahakan.

Jika temanmu lebih dulu mencapai sesuatu. Jangan gundah, tetap fokus dengan tujuan yang kamu pilih dan inginkan. Karena persiapanmu dan kesungguhanmu sekarang, akan menggambarkan masa depanmu.

Semisalkan, kamu ingin banget jadi seorang wirausaha, angan-angannya ingin jadi wirausaha yang sukses dan jujur. Namun, kamu tidak melakukan satu langkah pun untuk menuju impianmu, seperti berleha-leha, gengsi ingin memulai, takut rugi.

Coba yuk kita berfikir, jika kita terus berleha-leha dan tidak berfikir positif di hari ini, akan kah kita bisa sampai pada impian tersebut. Rasanya perlu waktu yang cukup panjang, jika hati kita saja tak tenang, selalu gelisah.

Bukan kah Allah akan merubah kondisi hambanya yang bersungguh-sungguh. Yuk teman-teman kita tata kembali hati kita. Tanamkan niat yang baik saat memiliki impian, niat baik karena-Nya, tidak semata-mata ingin dunia. Tapi jadikan pencapaianmu di dunia sebagai bekalmu di akhirat.

Tadi aku sebutkan pernah mengalami hati tak tenang, lalu bagaimana cara mengatasinya?
Yakinlah dalam doa, mendekat kembali kepada Allah, curahkan isi hati ke Allah. Karena sesuatu kegelisahan kita, mungkin saja hal itu hanya ingin kita kembali kepada Allah. Allah rindu dengan kita.

Kita pasti merasa banget, kalau ada kegelisahan, ujian, pasti berdoa kepada Allah sangat khusyu sekali, dan sering mencurahkan hati kepada Allah. Kita rasanya dekat banget. Jadi jika ada kegelisahan, ujian. Berarti Allah sayang padamu, ingin kamu kembali. Tidak terlampau pada hal kemaksiatan yang hampir kita nyaman di posisi itu.

Bersyukurlah dan berterimakasih lah jika kita masih diberikan hati kembali kepadanya. Karena banuak di luar sana tetap tenggelam pada kemaksiatan yang membuatnya terlampau jauh dengan Allah. Bersyukurlah Allah menolongmu.

Lalu cara selanjutnya membaca Al-Qur’an. Iya betul membaca Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an obat hati untuk hati yang tidak tenang. Membaca dengan pelan-pelan tidak terburu-buru, lalu baca arti dan renungkan. Pasti kita akan mendapatkan ketenangan saat membacanya.

Kita pasti merasa seperti “Wah, masyallah Al-Quran, rasanya aku sia-sia tidak membaca arti dari Al-Quran”. Bukan hanya menenangkan jiwa saat membaca Al-Qur’an tapi di setiap hurufnya di hitung 10 kebaikan. Bayangkan teman-teman, bagaimana jikalau kita sering membacanuya dan mentadaburinya.

Segala persoalan kita, solusinya pasti ada didalamnya. Jangan lupa juga tetap mempelajari tafsirnya agar kita tidak salah pemahaman.

Lalu cara selanjutnya, tetap berfikir positif. Karena jika kita sudah berfikir negatif duluan, pasti tak akan selesai. Karena ragu untuk melangkah. Kita bisa mengatakan kepada diri sendiri bahwa “kamu hebat, pasti kamu bisa, tenang ada Allah, kalau kamu yakin adanya Allah, berarti kamu tidak harus takut, jika apa yang kamu lakukan tetap baik”. 
Dan seorang muslim akan tenang jika ia yakin bahwa ada kehidupan setelah di dunia. Maksudnya seperti apa? Iya jika kita yakin hidup ini tak akan abadi, kita pasti akan pulang ke kampung halaman kita berasal. Jika kita menanamkan fikiran ini dengan baik. Pasti kita akan menjalani hidup dengan tenang, walau permasalahan hidup pasti ada. Tapi rasanya itu hal kecil, karena kita ingat bahwa setelah kehidupan dunia, ada kehidupam akhirat yang abadi. Lelahnya kita karena Allah, Allah pasti memberikan hal indah setelahnya, jika kita tetap bersabar.

Pasti hal-hal yang membuat kita tidak tenang, akan tertepis. Karena kita akan berfikir, semisal “Ya Allah masalah ini, untuk mendekatkan diri ini padamukan ya Allah". Dan jika hati kita tak tenang karena ada yang seseorang yang tidak suka dengan kita, kita bisa berdoa “ Ya Allah, aku bersedih, tapi aku yakin engkau akan menolongku, biarkan engkau ya Allah yang akan membalaskannya, karena sebaik-baiknya keadilan, adalah keadilan Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanya Kata

Detik-detik hitungan hari Hingga berubah menjadi bulan Perlahan-lahan mengubahnya menjadi tahun Semasa itu telah kita jalani Bahkan menciptakan suasana yang mengikat Yang membuat kita rindu Dan hingga ku percaya Dengan adanya datang lalu berpisah Tidak.... Ini bukan sebuah kata berpisah Mungkin singkatnya Hanya waktu yang berubah saja Ya tentu.... Kita meranjak menuju mimpi-mimpi Yang dulu hanya sebuah angan yang terperangkap Sampai akhirnya Kita mampu menjemput impian Yang dulu hanya angan semata Kini ku harap Kita dapat menciptakan susana hangat  Seperti hari-hari lalu Semoga sang maha pencipta Selalu ada di setiap langkah mu Pesan ku sederhana Jangan buat mimpi mu Yang telah kau capai Menjadikan mu buta akan dunia Tetaplah menjadi seseorang kawan yang ku kenal dulu...

Melawan prasangka buruk atau negative thinking

  Hayo siapa yang suka negative thinking dan selalu menduga-duga sesuatu yang sebetulnya hal itu belum pasti kebenarannya, tapi kita sudah menduga-duga bahwa perihal itu benar terjadi pada diri kita atau orang lain, hayo siapa yang pernah seperti ini?? Pasti pernah yah. Mengalami posisi dimana berprasangka buruk dengan orang lain, sambil bertanya-tanya dalam hati bahwa "Ini benar atau tidak yah". Perlu diingat bahwa negative thinking ini harus kita singkirkan. Karena kenapa? Karena Allah tidak menyukai orang yang berprasangka buruk. Mengapa sebetulnya tidak boleh berprasangka buruk dengan orang lain? Karena jika berprasangka buruk itu muncul, ada banyak kemungkinan terjadi, seperti, jika kamu langsung to the point menyatakan prasangka burukmu terhadap orang lain, dan nyatanya itu tidak benar, maka akan merusak tali silaturahmi yang sudah kalian bangun sejauh ini. jika kamu berprasangka buruk, hatimu menjadi tidak tenang, gelisah. Tidak enakkan, muslimah, rasanya serba salah g...

Pupus

Assalamualaikum, kali ini syifa bakal ngebahsa harapan yang pupus. apa sih maksud dari harapan pupus?, harapan yang pupus itu, dimana kita mempunyai harapan berlebihan kepada manusia. " ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpahkan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat menceburui hati yang berharap selain doa. maka menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepadanya" ( Imam Syafi'i) jadi jika kita merasakan jatu hati kepada sosok laki laki/ perempuan, buru buru deh berdoa, serahkan semua yang terjadi pada mu kepada Allah. ' Doa adalah cara terbaik memeluk seseorang dari jauh' dan jangan lupa, selalu bersabar, kenapa sih harus sabar?, etsssss dengan sabar kita menuggu dan selalu memperbaiki diri dan berdoa, Insyallah harapan kalian tidak pernah pupu, karena kesabaran. ' Duhai hati teruslah bersabar dengan baik. percaya saja, diujung perjalananmu Allah sud...