Kemalasan atau bisa disebut di zaman sekarang ini, ialah mager singkatan dari males gerak. Iya mau ngapa-ngapain rasanya males banget. Jadinya rebahan dan rebahan sambil maim handphone, apalagi udah di tambah WIFI.
Kalau hari libur tiba, kadang malam menjadi pagi, pagi menjadi malam. Hal ini tidak sehat yang pastinya untuk tubuh. Lain hal kalau begadangnya karena ada perihal penting. Kalau tidak ada, kan sayang waktu tidur, di pakai hal yang tidak berguna.
Siapa hayo yang pernah kaya gini? Boleh ko jawab di dalam hati sambil bilang "Wah iya aku banget", kalau jawaban temen-temen "Tidak". Wah kalian hebat, produktif sekali berarti .
Jika kalian menjawab "Tidak" , pertahankan yah. Sebetulnya rebahan itu boleh ga sih? Boleh ko, karena tubuh ini, fikiran kita juga butuh istirahat dan hiburan. Tapi hiburannya tetap profosional yah, tetap ingat waktu, yang pastinya hiburannya yang tidak melanggar hukum agama. Tetap harus memperhatikan hal ini.
Diri ini butuh istirahat karena, agar tidak terlampau jenuh, agar menyegarkan kembali badan dam difikiran. Agar tidak mudah mendatangkan penyakit dan tidak stress.
Setiap manusia pasti pernah merasakan malas, ada yang malas melakukan sesuatu karena merasa banyak yang dikerjakan dan terlalu diporsir tanpa jeda istirahat, jadi rebahannya terlampau lama. Ada yang malas, memang ia tidak mau melakukan sesuatu, dia mau di zona nyaman aja, yang penting dirinya enak.
Perihal 2 ini, yang baru saja disebutkan, mau dilihat dari kacamatan manapun tetap tidak baik. Banyaknya kegiatan harus juga diseimbangin dengan istirahat yang cukup. Namun jangan lama-lama yah, jangan sampai pekerjaan yang lain pun terbengkalai. Jangan pernah berfikir dibenak kita bahwa "Ah aku dari kemarin ada kerjaan terus,belum istirahat, biarin deh kerjaan ini, bisa dinanti-nanti, pengen rebahan aja". Nah jadinya pekerjaannya di nanti-nanti, entah kapan dikerjainnya, kadang mepet deadline.
Coba lebih perhatikan dirimu juga, kalau banyak kerjaan, kesehatan fikiranmu dan tubuhmu juga penting lohh, hal yang sering disepelekan namun, penting untuk diperhatikan.
Kalau istirahat cukup, kita sendiri pasti merasa segar lagi fikirannya. Kita memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Biar lebih terarah kapan kamu harus istirahat, kamu bisa buat list harian, bisa kamu buat di note handphone atau buku. Dengan begitu kalian bisa mengerjakan dengan konsisten dan ga beleber kemana-mana.
Kalau malas karena ingin di zona nyaman aja, menurutku ini hal yanh bahaya. Karena waktunya sangat mubazir, dia sia-siakan begitu saja. Padahal ia bisa melakukan hal-hal positif. Kalau kita sedang di posisi ini, coba kita berfikir dan mengatakan kepada diri sendiri bahwa " Kalau kami malas-malasan hari ini, tidak melakukan hal kebaikan, bagaimana masa depanmu, kamu ingin masa depan cerah, tapi kamu tetap diam saja, ayo semangat produktif, kamu pasti bisa, yakin kamu pasti bisa"
Terus dan terus berikan motivasi pada diri sendiri, musuh terberat sebetulnya diri sendiri untuk menghadapi kemalasan dalam diri.
Kemalasan memang suatu posisi yang memanjakan diri, tapi memanjakan diri dengan dosis yang berlebihan. Biasanya dipengaruhi handphone. Yang terkadang tidak terasa scrolling beranda di sosial media, sampai tidak terasa udah menghabiskan waktu yanh cukup lama.
Padahal rasanya baru sebentar, dan sebenarnya waktunya sudah terbakar habis. Penyesalan diposisikan terakhir memang, kalau di awal namanya pendaftatan. Tidak ada satu pun insan di dunia ini yang mendaftarkan dirinya duluan untuk hidup susah dunia dan akhirat itu ga ada.
Kalau kita malas urusan hal kecil di dunia, perihal ibadahnya harus dipertanyakan. Apakah solatnya ditunda-tunda sampai hampir habis waktu, Al-Quran tidak di baca.
Dua-duanua benar-benar terbengkalai. Malas belajar. Semua hal ini, kalau terus di pelihara dan sampai menjamur kemalasan. Siap-siap akan menghadapi kebodohan dan kesusahan di masa tua. Dan akhirnya penyesalan "Kenapa dulu tidak pernah melakukan ini, tidak melakukan itu"
Yang pastinya ingin hidup nyaman dunia dan akhirat. Lalu bagaimana agar tetap semangat dan tidak bermalas-malasan.
Buat plan kehidupan, seperti menulis impian-impian kita, dan ingin di bulan keberapa atau tahun keberapa untuk meraihnya. Jika sudah membuat plan pertahun. Teman-teman bisa melanjutkan ke tahap perbulan pencapaian agat mencapai target pertahun itu, harus bergegas mengambil langkah awal yang seperti apa, agar tercapai. Lalu kamu buat plan perminggu atau perhari. Bisa dibilang mencicil masa depan. Kalau kita mencicilnya sedikit demi sedikit, pasti kita menemukan titik kemajuan.
Tetap ingat teman-teman, jika plan sudah dibuat, doa sudah kamu langitkan, ikhtiar sudah kamu maksimalkan, tawakal harus tetap kau pegang. Jika hasilnya sesuai apa yang kau impikan, bersyukurlah tetap niatkan impianmu karena Allah, agar tidak menjadi diri yang angkuh.
Namun, jika keinginanmu meleset tidak sesuai apa yang kamu impikan, tetap husnudzon, mungkin apa yang kamu impikan bisa membahayakanmu di hari-hari berikutnya. Dengan di patahkannya impianmu, kamu akan selamat dan baik-baik saja. Bahkan kamu mendapatkan hal yang tak terduga. Maka dari itu tetap menerima apa-apa yang telah ditetapkan padamu dan bersabarlah, diiringi rasa syukur, Allah akan memberi ganti yang jauh lebih baik pastinya. Karena Allah tidak akan menyewakanmu.
Komentar
Posting Komentar