Sebenarnya Islam telah ada pada masa Nabi-nabi terdahulu, namun masyarakat kembali jahil dan keluar dari Islam. Pada zaman jahiliah Akhlak masyarakat sangat memburuk dan minim rasa kemanusiaan, lebih tepatnya berperilaku kejam. Sebelum kita membahas perilaku kejam seperti apa yang masyarakat jahiliah lakukan. Yuk kita pahami terlebih dahulu, mengapa bangsa arab kembali jahiliah?
karena pada zaman sebelum Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam, tidak ada nabi dan tidak ada kitab suci sebagai pedoman hidup mereka. Maka dari itu mereka kembali jahiliah.
Lalu apa sebenarnya arti jahiliah pada bangsa Arab? Istilah jahiliah menurut bahasa ialah berasal dari kata “Jahalah” yang artinya bodoh atau tidak mengetahui. Penamaan jahiliah yang disandangkan kepada bangsa Arab, bukan semata-mata mereka bodoh dalam ilmu pengetahuan. Dan jika masyarakat Arab ditanya “Siapakah yang menciptakan manusia?” Dan siapakah yang menciptakan alam semesta ini?”, mereka akan menjawab “Allah”. Mereka percaya bahwa Allah yang menciptakan, namun mereka tidak beriiman, mereka menyembah selain Allah.
Hal ini menandakan, bukan berarti bangsa Arab bodoh perihal pengetahuan, nyatanya mereka pandai. Yang dimaksudkan bodoh pada bangsa Arab ialah bodoh dari segi agama. Mereka bangsa Arab handal dalam sastra dan bersyair, yang saat itu sedang berkembang begitu pesat. Dengan hal ini, menandakan bangsa arab dapat membaca dan menulis. Bukan hanya itu saja, bangsa Arab cermat sekali, dalam membuat tata kota, dan tata niaga seperti jalur dagang kafilah ke negeri Syam, Thaif, dan lain sebagainya.
Dan bagaimana keadaan jahiliah pada bangsa Arab? Keadaan jahiliah pada bangsa Arab, sangat menyayat hati. seperti saling bertukar istri, bahkan ada yang mengawini istri bapaknya sendiri, menyembah berhala dan bukan hanya itu saja, dengan tragisnya mereka mengubur anak peremuannya hidup-hidup. Saat seorang ayah tahu, bahwa yang terlahir anak perempuan, mereka mengalami dada yang sesak dan sangat marah, lalu ia melakukan hal yang keji yaitu membunuh anak perempuannya. Ada pada surah An-Naḥl ayat 58-59 yang artinya :
“Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah” ( QS An-Nahl ayat 58).
“Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.” ( QS. An-Nahl ayat 59).
Wanita sangat tidak dihargai dan tidak dimuliakan pada masa itu. Pada zaman jahiliah dahulu, mempunyai anak wanita adalah aib karena tidak bisa berperang. Dan mereka membunuh anak perempuannya untuk kehormatan dunia semata. Dengan tragisnya mereka membunuh anak perempuannya dengan dua cara, yaitu:
Yang pertama, saat lahir. Saat baru melahirkan tanpa belas kasihan, suami langsung membunuh anaknya dengan cara, suami memerintahkan istri untuk lahir disebelah lubang atau galian lalu masukan bayi perempuan dalam lubang, lalu dikubur hidup-hidup. Yang kedua, saat usia 6 tahun, suami akan mengatakan kepada istrinya “ Wahai istriku, beri dia wewangian dan dandankan dia yang cantik, aku akan ajak dia berkunjung ke rumah pamannya”.
Ternyata hal itu hanya sekedar tipuan semata, suami terhadap istrinya. Lalu anaknya dibawa ketengah padang pasir. Dan seorang ayah ini akan mencari sumur yang masih aktif atau tidak di tengah padang pasir.
Saat sudah sampai, ayahnya mengataka kepada anak perempuannya “ Longoklah ke dalam ada hal yang menarik, cobalah dilihat apa yang menarik disana”. Lalu anak itu mengikuti perintah ayahnya, saat itu lah ayahnya mendorong anak perempuannya dari belakang, sampai anak itu tersungkur kedalam sumur tersebut sehingga anak perempuan itu meninggal. Lalu ayahnya meninggalkannya tanpa rasa bersalah.
Sangat keji bukan, perilaku bangsa Arab pada zaman jahiliah. Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam hadir di tengah-tengah kejahiliahan dengan membawa cahaya terang dalam kehidupan yang gelap pada zaman jahiliah.
Pada sebuah hadits, Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam. Bersabda :
“ Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. (HR. Bukhari)
Saat wanita zama jahiliah diperbudak seks, exploitasi, di jual untuk mendapatkan uang. Saat Islam datang, disinilah pada hari arafah Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam mengingatkan wanita dengan kedudukan para wanita dalam Islam.
Islam itu menjaga dan menghormati wanita, di dalam Al-Quran ada sebuah surah khusus untuk muslimah agar mereka bangga, bahwa Allah memperhatikan dan mengurusi urusan wanita, Allah akan memberikan keadilan kepada wanita. Allah menjaga wanita agar tidak diganggu. Allah sayang sekali dengan hamba-hambanya.
Ada sebuah Hadits, “ Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya . (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)
Masyallah luar biasa bukan, Islam sangat memuliakan seorang wanita. Jadi yuk jangan bersedih dan merasa lemah. Bahwa kita seorang muslimah namanya diagungkan dalam Al-Quran dan dirinya pun di jaga sekali agar tidak diganggu sedikitpun.
Komentar
Posting Komentar