Hijrah suatu perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Ke satu tempat yang sebelumnya diri ini jauh dari Allah berpindah ke tempat yang lain yaitu menjadi lebih baik dengan mendekatkan diri kepada Allah. Kita dapat memahami bahwa hijrah adalah suatu perpindahan.
Perjalanan setiap hijrah seseorang memiliki proses yang berbeda-beda, lika-liku yang berbeda-beda. Namun tetap tujuannya sama yaitu ingin mendekat kepada Allah dan jauh lebih baik dari sebelumnya.
Dari yang sebelumnya melalaikan sholat, berhijrah menjadi sholat tepat waktu, dari yang belum berhijab syar'i menjadi berhijab syar'i. Yang sebelumnya suka berkata kasar menjadi sopan. Yang sebelumnya suka bemaksiat menjadi mendekat kepada Allah. Hidayah yang Allah berikan kepada manusia karena atas kehendeknya kasih sayang dan rahmatnya amat luas.
Progress hijrah di zaman milenial ini. Godaan-godaan pasti banyak berdatangan. Semisalnya yang ingin berhijrah memakai hijab, namun mengingat pekerjaannya yang mengharuskan tidak memakai hijab, dilema pun datang. Jikalau berhenti kehidupan zaman sekarang sudah serba mahal, namun jika di lanjutkan melanggar syariat.
Lalu yang ingin berhijab syar'i, karena zaman sekarang banyak trend-trend hijab yang tidak menjulurkan hijabnya sampai menutupi dada. Memang terlihat modis dan keren tampaknya. Namun lagi-lagi tidak sesuai syariat.
Muslimah jika kamu di posisi ingin memakai hijab syar'i namun pekerjaanmu mengharuskanmu melepaskan hijab. Tenang muslimah rezeki tidak akan hilang jika kita memakai hijab. Rezeki tidak akan tertukar apa lagi di ambil orang. Tanamkan dalam hati, yakin bahwa Allah maha segalanya, Allah maha Esa. Jangan pernah takut kehilangan sesuatu karena Allah. Karena Allah akan menggantikannya yang jauh lebih baik untuk dunia dan akhiratmu.
Jika terbesit dalam hatimu ingin segera berhijrah memakai hijab, maka ambil hidayah itu dengan sesegera mungkin, jangan di tunda dan jangan ragu. Karena itulah bentuk kasih sayang Allah, ingin menyelamatkanmu dari panasnya api neraka.
Mungkin kita sudah banyak melihat mulai dari kalangan pablik figur yang berhijrah memakai hijab, awalnya mereka berat sekali melepaskan pekerjaan yang sudah lama dia lakonin. Namun dengan sudah kuat tekadnya untuk berhijrah. Mereka rela kehilangan pekerjaannya. Namun yang kita lihat kehidupannya jauh lebih teratur di banding masa lalunya.
Jika ada yang bilang, iya dia kan pablic figure jadi amanlah rezekinya. Apakah kita tahu perjuangan mereka saat merintis pekerjaanny a dari nol. Kita tidak pernah tahu di balik layar mereka seperti apa. Yang kita tahu di sosial media mereka baik-baik saja.
Jika yang sudah berhijab dan ingin berhijab syar'i namun takut di bilang ini, itu oleh orang-orang sekitar. Semisalnya takut dibilang seperti ibu-ibu. Pasti kita sudah familiar dengan ejekan ini, terbesit dalam pikiran kita bahwa "Aku ini masih muda lohh belum jadi ibu-ibu". Terdengar menyebalkan memang julukan itu. Namun sebetulnya julukan itu tidak salah juga, karena kita memang akan menjadi ibu kenapa harus marah ya kan.
Atau pernah di bilang, "Keliatan tua deh kamu pake itu", "Ko gemukan sih pake kek gitu", atau "Jadi tidak modis lagi dong, monoton gitu". Stop... kita tutup telinga kita aja yuk. Karena kalau kita respon ucapan mereka itu tidak akan ada ujungnya. Kita cukup tidak merespon apapun, biarkan Allah saja yang menjawabnya. Tugas kita sebagai muslimah menutup aurat, berperilaku baik.
Jika ada yang bertanya "Tapi ku tidak kuat dengernya". Inilah jadi ladang pahalamu kelak, jika mereka mengomongimu di belakang. Tenang saja kamu berarti sedang menanam tabungan pahala di akhirat kelak. Karena orang yang bangrut itu bukan dia yang kehilangan hartanya di dunia. Namun mereka kehilangan pahalanua yang telah kumpulkan selama di dunia namun hangus dan terkikis karena perilaku burukny yang menyakiti orang lain. Seperti menghibah.
Cukup kita diam saja, jangan merespon apa-apa apalagi membalasnya. Biarkan Allah yang mengaturnya. Karena peradilan yang paling adil hanya Allah. Jadi jangan bersedih yah muslimah progress hijrahmu tetap di pertahankan.
Karena itulah aset termahal. Hidayah itu mahal. Tidak semua orang bisa mendapatkannya. Jika kamu mendapatkannya maka bersyukurlah. Karena hidayah tidak ada tokonya, tidak bisa dibeli karena hidayah hanya Allah yang mentukan kepada siapakah yang akan Ia berikan.
Kita sendiri pun tidak bisa memberikan hidayah untuk orang-orang yang kita sayangi. Namun kita hanya bisa berakhlak yang baik setelah berhijrah. Karena tidak pernah tahu hidayah itu datang darimana dan dengan siapa Allah perantarakan.
Jika kita sudah memutuskan denga keputusan yang terbaik yaitu berhijrah. Maka berdoalah meminta untuk di istiqomahkan. Agar tetap dijalan-Nya sampai ajal menjemput. Karena kita tidak pernah tahu akhir hidup kita seperi apa. Teruss berdoa lah dan jaga pergaulan lingkungan muslimah agar tetap istiqomah yah muslimah.
Komentar
Posting Komentar